Saturday

Pembunuh Impian

meraih impianApakah anda punya impian yang ingin anda wujudkan di tahun yang akan datang? Apakah harapan anda di tahun yang lalu belum terwujud di tahun ini? Atau kelihatannya harapan itu semakin menjauh dari genggaman tangan anda? Mungkin anda membayangkan diri anda sebagai pemilik bisnis tertentu, pembaca berita di TV, atau apapun juga. Mungkin anda ingin melakukan hal-hal yang belum pernah anda lakukan selama ini. Apakah harapan anda di tahun yang lalu belum terwujud di tahun ini? Atau kelihatannya harapan itu semakin menjauh dari genggaman tangan anda? Apapun impian dan harapan yang anda miliki, jangan biarkan itu mati.

Sebuah impian dan harapan adalah sesuatu yang sangat berharga. Mereka memotivasi anda untuk bergerak maju ke masa depan, memberi anda keberanian dan kekuatan untuk terus mencoba walaupun semua rintangan melawan anda. Namun waspadalah, ada "pembunuh - pembunuh mimpi" yang mau mengenyahkan kehidupan yang ada di dalam impian dan harapan anda. Jangan biarkan mereka melakukannya!

Orang-orang yang tidak dapat atau tidak mau melihat harapan anda tercapai dapat membunuh impian anda. Mereka mungkin berkata "itu tidak mungkin bagi anda", "anda tidak cukup mampu untuk mewujudkannya", atau "hal itu tidak pernah dilakukan sebelumnya". Bagaimanapun juga, seringkali pembunuh impian yang terbesar adalah anda sendiri.

Jangan biarkan ketakutan, intimidasi, keraguan, kekurangan dana, dan lain-lain mendikte anda bahwa anda tidak dapat memenuhi impian dan harapan anda. Lawan mereka dan perkatakan, "Saya bisa dan saya akan mewujudkan impian saya." Anda mungkin harus melakukannya setiap hari, tapi itu tidak apa-apa. Semakin anda yakin dalam hati anda bahwa anda bisa melakukannya, impian dan harapa anda akan tetap terjaga aman dalam diri anda.

Sangat penting untuk mengambil langkah-langkah ke depan, untuk mencapai harapan anda. Setiap orang mempunyai jalan yang berbeda yang harus ditempuh demi melihat harapan dan mimpi mereka menjadi kenyataan. Anda mengetahuinya jauh di dalam hati anda. Jangan takut, lakukan saja. Jangan biarkan terlalu banyak waktu berlalu begitu saja. Waktu juga adalah salah satu pembunuh impian.

Renungkan kata-kata dari lagu yang dinyanyikan Yolanda Adams, "Jagalah impianmu tetap hidup, jangan biarkan itu mati, sesuatu yang ada jauh di dalam hati, yang tetap membuatku terus mencoba, jangan berhenti dan jangan menyerah, jangan pernah menyerah. Kadang, kehidupan dapat meletakkan sebuah batu sandungan di jalanmu, tapi kamu harus mempertahankan imanmu..."

Jika anda memiliki harapan dan impian, milikilah impian yang besar, dan jangan menyerah. Tidak ada hukum yang mengharuskan anda mempunyai mimpi atau harapan yang kecil. Jangan biarkan seorangpun mengatakan pada anda bahwa mimpi anda tidak mungkin terjadi, itu bisa terjadi. Peliharalah mimpi anda, jangan pernah berhenti berharap. Lihatlah diri anda maju selangkah demi selangkah, mungkin juga melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Saat anda terus maju dalam impian anda dan melindunginya, anda tidak hanya menjaganya tetap hidup, tapi juga membuat tidak ada pilihan lain selain maju!

Banyak orang yang menjadi putus asa dan membuang impian mereka setelah mengalami kegagalan. Banyak orang yang berhenti berharap setelah mengalami kekecewaan. Namun bagaimana anda dapat mengetahui apakah semua itu akan menjadi kenyataan atau tidak kalau anda tidak terus berusaha mencapainya, belajar dari kesuksesan orang lain, dan belajar dari kegagalan anda sendiri?

Friday

Memperbaiki Boneka


boneka kayu
Liping, gadis kecil disuruh ibunya ke toko 7 Evelen dekat rumahnya untuk membeli sesuatu, dengan pesanan untuk segera kembali ke rumah setelah membeli barang yang dimaksud. Namun sejam...dua jam kini telah berlalu. Liping belum juga kembali dan hal ini membuat ibunya penasaran dan cemas.   
"Ke mana saja engkau pergi?" Tanya ibunya dengan teriakan keras ketika Liping akhirnya muncul di depan pintu.

"Mami...maafkan Liping. Aku tahu kalau aku terlambat pulang." Kata Liping penuh penyesalan. "Tapi...tadi boneka Lingling, teman Liping, rusak. Aku harus membantunya memperbaiki boneka itu." Lanjut Liping menjelaskan.   
"Engkau membantu Lingling memperbaiki bonekanya? Bagaimana caranya engkau memperbaikinya?" Lanjut ibunya dengan penuh rasa heran.
"Jujur bu...,saya tak mampu perbaiki bonekanya...saya hanya duduk di samping Lingling dan menangis bersamanya." Lanjut Liping.

Tertawalah bersama mereka yang tertawa dan menangislah bersama mereka yang menangis. 
Sahabat adalah ia yang senantiasa berada di sampingmu, bahkan juga di saat ketika dunia seakan mati.

Kasih yang terbesar

Suatu pagi yang sunyi di Korea, di suatu desa kecil, ada sebuah bangunan kayu mungil yang atapnya ditutupi oleh seng-seng. Itu adalah rumah yatim piatu di mana banyak anak tinggal akibat orangtua mereka meninggal dalam perang.


kasih terbesar

Tiba-tiba, kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh di atas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental ke seluruh ruangan sehingga membuat banyak anak yatim piatu terluka.

Ada seorang gadis kecil yang terluka di bagian kaki oleh kepingan seng tersebut, dan kakinya hampir putus. Ia terbaring di atas puing-puing ketika ditemukan, P3K segera dilakukan dan seseorang dikirim dengan segera ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.

Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis itu secepatnya adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada orang yang memiliki golongan darah yang sama. Perawat yang bisa berbicara bahasa Korea mulai memanggil nama-nama anak yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu.

Beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada grup itu dan perawat menerjemahkan, "Apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk gadis kecil ini?" Anak-anak tersebut tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. 

Sekali lagi dokter itu memohon, "Tolong, apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk teman kalian, karena jika tidak, ia akan meninggal!!!"

Akhirnya, ada seorang bocah laki-laki di belakang mengangkat tangannya dan perawat membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfusi darah.

Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah. "Tenang saja," kata perawat itu, "Tidak akan sakit kok." Lalu dokter mulai memasukan jarum, ia mulai menangis. "Apakah sakit?" tanya dokter itu. Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang. "Aku telah menyakiti bocah ini!" kata dokter itu dalam hati dan mencoba untuk meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya.

Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu. "Apakah sakit?"

Bocah itu menjawab, "Tidak, tidak sakit."

"Lalu kenapa kamu menangis?", tanya dokter itu.

"Karena aku sangat takut untuk meninggal" jawab bocah itu.

Dokter itu tercengang! "Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal?"

Dengan air mata di pipinya, bocah itu menjawab, "Karena aku kira untuk menyelamatkan gadis itu aku harus menyerahkan seluruh  darahku!"

Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, "Tetapi jika kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu?"

Sambil menangis ia berkata, "Karena ia adalah temanku, dan aku mengasihinya!"