Sunday

CALON PEMENANG

Dalam kesuksesan, ada empat tingkatan pencapaian. Yang pertama ialah pemenang saat ini, yaitu mereka yang telah mengetahui apa yang mereka inginkan dan mengambil tindakan secara fokus untuk menggapai tujuan mereka.

Tingkat yang terakhir adalah tingkatan pencapaian ialah mereka yang belum menyadari potensi mereka.

Diantara kedua tingkatan di atas ialah tingkatan calon pemenang, mereka yang telah menentukan tujuan mereka dan mulai fokus dalam tindakan mereka.

Tingkat yang lainnya ialah tingkat calon harapan pemenang, mereka yang belum sepenuhnya untuk menggapai kesuksesan. Mereka mungkin telah melalui perjalanan yang berat dan menyimpang dari tujuannya. Mungkin juga mereka yang memiliki konsep diri yang perlu diperbaiki.

Apakah Anda seorang calon pemenang?
Anda akan mengetahuinya jika Anda adalah seorang calon pemenang. Anda akan merasakan gairah yang luar biasa untuk mengejar apa yang Anda inginkan. Satu hal yang dapat menghentikan Anda hanyalah apa yang Anda percaya.

Mungkin Anda juga telah menemukan kekuatan dari hubungan dengan pemenang dan calon pemenang. Ada alasan mengapa kita dinilai dari dengan siapa kita bersama karena merekalah yang membentuk karakter kita dalam hidup.

Anda bisa jadi sedang membangun jalan Anda dalam bisnis atau secara serius sedang memikirkannya. Hal ini merupakan salah satu jejak dari seorang pemenang. Jika Anda demikian, Anda sedang berada dijalur yang tepat.

Apakah Anda seorang calon pemenang?
Seorang calon pemenang amat mudah dikenali. Mereka selalu mencari. Mereka membaca buku pengembangan diri, mengikuti seminar-seminar motivasi, membeli serta mendengarkan kaset, cd atau video yang memberikan inspirasi, serta percaya bahwa cepat atau lambat mereka akan menciptakan kehidupan yang mereka impikan.

Mereka menyadari talenta dan potensi terpendam yang mereka miliki, namun belum menemukan cara bagaimana memanfaatkannya.

Anda adalah seorang calon pemenang jika Anda akan merasakan gairah yang luar biasa untuk mengejar apa yang Anda inginkan.

Apakah Anda seorang calon harapan pemenang?
Anda dapat berubah dari seorang calon harapan pemenang menjadi seorang pemenang. Hal ini hanya ditentukan dari tindakan Anda.

Satu tindakan yang dapat Anda lakukan ialah berubah. Keluar dari zona nyaman Anda dan lakukan sesuatu untuk membawa hidup Anda ke tingkat pencapaian yang lebih baik.

Pertumbuhan selalu melibatkan perubahan. Dan sejujurnya, perubahan bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Berubah dari sekedar “teori” terobosan hidup menjadi “tindakan” akan amat sangat tidak menyenangkan.

Coba kenali salah satu alasan kuat mengapa Anda tidak dapat mengatasi ketakutan Anda. Ingatkan diri Anda sendiri mengapa Anda ingin berubah. Seringkali keinginan untuk menghindari sengsara dapat menjadi alasan yang sangat kuat daripada hanya sekedar berusaha untuk berubah. Gunakan alasan yang sangat kuat untuk mengatasi ketakutan dan kekhawatiran Anda .

Merasa diri Anda berada ditingkat terakhir?
Apakah Anda merasa diri Anda berada di tingkat terakhir? Pasti Anda salah besar. Anda tidak mungkin membaca artikel ini sampai disini jika Anda berada ditingkat terakhir. Setidak-tidaknya Anda ingin untuk sukses.

Jika Anda sudah letih, lelah dan kecewa dengan hidup Anda, Anda mungkin sedang berada dijalur perubahan. Inilah awal mulanya ketika Anda berubah menjadi seorang calon harapan pemenang.

Ada sesuatu di dalam diri Anda yang memberitahu kepada Anda bahwa ada banyak sekali peluang di luar sana, mendorong diri Anda untuk meraihnya dan menggunakan potensi Anda lebih lagi.

Inilah saatnya untuk masuk ke dalam tingkat calon pemenang. Lakukan sesuatu dan jadilah seperti yang Anda inginkan!

SALAM,

Saturday

KEAHLIAN adalah Kebiasaan yang diulang



skillPada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.

Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.

Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"

Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."

*********          lazada indonesia

Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!

Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.

Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.

Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus menerus, akan melahirkan keahlian!!! 

KEAHLIAN MANUSIA

Apakah keahlian manusia itu terbatas?

human skillSekali lagi, the power of syukur. Kita harus mengetahui bahwa, kita memiliki 3 milyar kombinasi keahlian. Mengapa kita tidak memanfaatkannya?. Satu hal dikarenkan oleh terbatasnya pemahaman kita dan lain halnya disebabkan materi pengajaran kita selama ini belum ada yang berbasis meunculkan keahlian tersebut. Mengapa?

Apakah pantas jika saya katakan bahwa, jika kita gunakan keahlian kita setiap harinya maka keahlian itu tak akan habis hingga kita meninggal, dengan kata lain, keahlian manusia itu unlimeted. Namun, kendala manusia yang paling besar adalah melawan sahabat karib kita yaitu an-nafsu. An-nafsu ini merupakan sahabat karib kita yang sejak lahir kita telah ditemaninya. Hal inilah yang terkadang menghalangi kita untuk menggunakan dan mengembangkan keahlian kita. Hal ini manusiawi. Dan hanya manusia handallah yang mampu keluar dari kemanusiawian ini yaitu dengan cara mengekang segala rasa yang ditimbulkan oleh An-nafsu seperti rasa malas, iri, was-was dan hal-hal yang menyankut syahwat. Namun, terlepas dari itu, manusia harus bersyukur.

Keahlian manusia bisa saja kita kembangkan melalui panca indra kita ataupun lewat insting kita. Kita mampu membentuk sesuatu yang sebelumnya belum ada menjadi sebuah mahakarya. Kita mampu memprediksi sesuatu yang belum terjadi sehingga kita mampu menciptakan sesuatu untuk menghalanginya ataupun menambah rahmat yang ditimbulkan oleh prakiraan tersebut. Ilmu itu takkan berhenti mengalir selama yang di dalam diri kita tidak tersumbat oleh benang-benang kedengkian, kesombongan, dan lain-lainnya. Kitalah yang menyumbatnya. Kitalah yang tidak mau menerima ilmu laddunni dari Allah Subhanahu Wataala.
lazada indonesia