Yang tinggal di gunung, merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai, merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
Yang berambut hitam mengaggumi yang pirang
Yang berambut pirang mengaggumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai, mencari ketenangan.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tidak lagi indah...
Lalu, kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki?
SYUKURI apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas.
by: Dodhy Eriekson
31 Agustus 2011 pukul 19:41
Saat kita meraih kedamaian jiwa,
yang kita peroleh lewat kebenaran-kebenaran DIA yang kita lakukan
maka.....
Semua yang tidak kita pikirkan
Semua yang tidak pernah kita lihat
Semua yang tidak pernah kita nikmati
dan bayangkan,
akan datang semua pada kita.
( Saat itu kita tidak lagi membutuhkan semua itu )
by: Dodhy Eriekson
27 September 2011 pukul 21:26
DIA memberikan keterbatasan memori ingatan kita
agar kita bisa menggunakannya
sebagai alat untuk melupakan
dan mengatur rasa keikhlasan
di logika pikiran kita
Jadi besarkan hati kita
untuk dapat menggunakan keterbatasan memori
yang diberikan olehNYA
untuk melupakan
semua hal yang telah menyakitkan hati kita
agar rasa ikhlas melupakan
bukan hanya terjadi di logika pikiran
tetapi juga di hati kita
Berjuanglah akan pengertian ini